Pelapisan dan Pewarnaan Pupuk Butiran

Kurang optimumnya pemakaian pupuk, karena sifat pupuk yang mudah terurai atau larut sehingga ada kecenderungan adanya pemakaian yang sia –sia bahkan dapat berakibat gagal panen karena konsentrasi yang kurang atau lebih dari pupuk yang terurai dan terambil oleh akar tanaman. Sehingga diperlukan pelapisan pupuk guna memperlambat penguraiannya yang pada akhirnya dapat mengefektifkan penggunaan pupuk.

 

 Pupuk-pupuk sintetik secara umum larut-air, Dengan demikian, sulit untuk memelihara pengaruh dari pupuk-pupuk terhadap tanaman untuk jangka waktu relatif lama karena hilangnya bahan gizi dari pupuk-pupuk melalui pelarutan, erosi tanah, denitrifikasi atau karena terlalu banyaknya ketersediaan pupuk-pupuk yang diberikan akibat ketakutan petani akan kekurangan pupuk, mereka beranggapan pupuk cepat terurai, disamping terbuang sis-sia, banyaknya kelebihan pupuk akan berdampak atau mempengaruhi kualitas bahkan dapat merusak hasil panen. Kenapa bisa rusak? karena tanah berisi suatu larutan pupuk yang jumlahnya relatif  banyak sehingga nutrisi ataupun larutan tersebut akan terbawa terus oleh akar tumbuhan yang akan di panen. Oleh karena itu, pelapisan pupuk-pupuk telah diusulkan untuk melambatkan tingkat pelepasan; pembebasan dari bahan gizi dari pupuk-pupuk.

Konsep dari pelapisan ini yaitu, butir dari pupuk itu dilapisi dengan satu pemanasan dari damar yang mengandung air,  lalu butir yang dilapisi mengering sehingga membentuk film damar di pupuk butiran. Bagaimanapun,lapisan damar pada pupuk butiran mempunyai kelemahan-kelemahan seperti kekuatan dari pelapisan damar tersebut terhadap pupuk,inferior terhadap kekuatan dan perneabilitas gas, memerlukan energi tinggi untuk mengeringkan pelapisan karena damar yang telah terbentuk menjadi lapisan masih mengandung kandungan air yang sangat tinggi.

3.RINGKASAN

Tulisan ini bertujuan untuk menginformasikan bahwa ada komposisi pelapisan yang bebas dari kelemahan-kelemahan tersebut di atas, dengan Aspek - aspek sebagai berikut

  1. Aspek pertama :
    Lapisan pupuk  terbuat dari memodifikasi alkid resin dengan minyak nabati seperti soyabean oil atau palm oil. Sehingga tidak lagi menggunakan damar
  2. Aspek kedua : 
    Metode pembentukan lapisan pupuk ini dengan mencampur minyak nabati yang telah dimodifikasi dengan alkid resin dicampur dengan minyak nabati double bond sehingga dengan pemanasan yang tidak tinggi lapisan pupuk sudah dapat kering.
  3. Aspek ketiga :
    Metode pelapisan
    Pencampuran minyak yang dimodifikasi dengan alkid resin dengan minyak nabati yang mempunyai double bond.
     - Memanaskan pupuk butiran.
     - Mengaplikasikan campuran minyak nabati tersebut untuk dapat      melapisi butiran pupuk tersebut.

Pupuk butiran yang dimaksud tidak dibatasi pada suatu jenis yang spesifik, jadi secara umum Pelapisan dapat di aplikasikan untuk pupuk yang berisi butiran seperti amonium klorida, ammonium sulfat, klorid urea atau kalium, atau pupuk majemuk yang berisi butir kecil yang mengandung dua atau lebih dari N, P dan K, atau suatu pupuk organik yang berisi butir kecil.

Pada awalnya pelapisan pupuk tidak menggunakan warna tetapi untuk mengetahui apakah pupuk tersebut telah dilapisi atau belum maka ditambahkanlah pewarna untuk kontrol. Seiring berjalannya dengan waktu pelapisan warna pada pupuk berkembang dan tidak menyentuh tujuan semula sebagai slow release lagi tetapi berkembang menjadi pewarnaan pupuk yang bertujuan sebagai indikator atau warna pupuk digunakan untuk mengindikasikan kegunaan pupuk tersebut seperti contoh dibawah ini :

 Coating pupuk

Berikut contoh pupuk urea yang telah diberi warna
pupuk warna

 

 

Latest Events

Latest News

Sigma Utama! Corporate Portal

The Sigma Utama! Corporate Portal is now online. There, you will find a constant source of information about the activities of contributors powering the Sigma Utama! Corporate. Learn about Sigma Utama!...

News 2

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Donec sit amet nibh. Vivamus non arcu. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Etiam dapibus, tellus ac ornare aliquam, massa...

News 3

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Donec sit amet nibh. Vivamus non arcu. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Etiam dapibus, tellus ac ornare aliquam, massa...

Artikel Umum

Kurang optimumnya pemakaian pupuk, karena sifat pupuk yang mudah terurai atau larut sehingga ada kecenderungan adanya pemakaian yang sia –sia bahkan dapat berakibat gagal panen karena konsentrasi yang kurang atau lebih dari pupuk yang terurai dan terambil oleh akar tanaman. Sehingga diperlukan pelapisan pupuk guna memperlambat penguraiannya yang pada akhirnya dapat mengefektifkan penggunaan pupuk.

Read more...