Kapal yang sudah dicat antiradar berbasis teknologi nuklir oleh Wisnu Ari Adi dan tim, tidak terdeteksi saat diuji coba di laut. (Photo dok Wisnu)

 

Seorang profesor riset di lingkungan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) baru-baru ini berinovasi mengembangkan cat antiradar berbasis teknologi nuklir. Ia adalah Wisnu Ari Adi, periset yang sebelumnya berkarir di Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN).

 

Beberapa waktu lalu, ia dan tim menggunakan fasilitas radar uji KRI Amboina-503. Kapal perang milik TNI-AL itu biasanya digunakan untuk mengangkut tank amfibi. Hasilnya, dari yang seharusnya mendeteksi tiga kapal berjalan, yaitu kapal pemandu dan dua kapal besi, ternyata yang terdeteksi radar hanya dua objek. Kapal besi yang dilumuri cat antiradar lolos dari pemantauan.

 

Wisnu Ari Adi Profesor Riset di lingkungan BRIN (nomor tiga dari kanan) bersama tim cat antiradar berbasis teknologi nuklir. (photo dok Wisnu)

 

Hasil pengujian tersebut memperkuat pengujian sebelumnya yang dia lakukan pada 2019. Saat itu satu unit kapal patroli keamanan laut (patkamla) berukuran 15 meter dilapisi cat antiradar. Wisnu melakukan riset sejak tahun 2021. Dalam pengembangan risetnya, Wisnu berupaya menghasilkan kemampuan menyerap gelombang radar yang maksimal dengan lapisan cat setipis-tipisnya agar bisa lebih efisien.

(https://www.radioidola.com/2021/mengenal-inovasi-cat-antiradar-berbasis-teknologi-nuklir-karya-wisnu-ari-adi/)